CLOSE ADS
CLOSE ADS
May 16, 2022
Toleransi
  • Save

Toleransi dalam Canda Gus Dur & Romo Mangun

Toleransi berasal dari kata toleran yang salah satu artinya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

Dalam praktik sehari-hari, kata toleransi seringnya dikecilkan hanya terkait soal agama dan kepercayaan atau keyakinan. Padahal sebenarnya, kata itu sangat luas cakupannya. Tidak hanya soal SARA, bisa juga soal tanggungjawab pekerjaan bahkan tugas antar anggota keluarga.

Di sebuah acara di rumah Romo Mangun di Gejayan, Yogyakarta, pada suatu ketika, ada orang yang bertanya kepada Gus Dur dan Romo Mangun mengenai kepribadian masing-masing. Menurut Romo Mangun, Gus Dur itu jauh lebih Katolik dibandingkan dengan dirinya.

“Hanya saja Beliau belum dibaptis.” Seloroh Romo Mangun.

Menanggapi perkataan itu, Gus Dur menukas, “Anda juga lebih Islam daripada saya. Hanya saja tidak hafal Syahadat.”

Mereka pun tertawa. Namun tawa keduanya terhenti karena terdengar azan maghrib.

Romo Mangun lantas berkata kepada Gus Dur, “Kalau mau salat, itu sajadahnya sudah disiapkan.”

Agaknya, kearifan dan kerendahan hati untuk saling menghormati dan menerima perbedaan seperti yang dilakukan oleh beliau berdua adalah hal mendasar yang perlu dikedepankan dalam masyarakat yang majemuk ini. Supaya tidak mudah tergesek dan terbakar oleh hal-hal yang memang tak perlu diperdebatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Gempa NTT
  • Save
Next post Gempa NTT, Antara Nyawa, Rambut, dan 1 Lembar Handuk
Share via
Copy link
Powered by Social Snap