CLOSE ADS
CLOSE ADS
May 16, 2022
Menulis joke
  • Save

4 tips paling jitu menulis joke yang nonjok

MAU menulis joke? Gampang. Secara mudahnya, kita bisa memahami lelucon atua joke dengan sebuah rumus umum: ada setup dan ada punchline.

Ibarat memancing, mula-mula kita lemparkan dulu, kalau umpan sudah termakan, baru kita sentakkan.

Pembaca atau penonton yang terpingkal-pingkal ibarat ikan yang menggelepar-gelepar pada mata kail pancing kita.

Karena itu, tentu saja mula-mula kita harus yakin bahwa kita sudah melemparkan umpan yang cocok dengan penonton atau pembaca yang hendak kita pancing tawanya.

Menulis Joke Memancing Tawa

Ya, begitulah, tujuan lelucon alias joke memang cuma satu itu yakni: membuat orang tertawa. Seperti tujuan memancing ya juga cuma satu, yaitu: dapat ikan.

Supaya jelas, yuk pakai contoh.

Langkah 1: Agus menemui Ahok di penjara.

Lucu? Sudah jadi lelucon? Belum. Tapi ini bisa jadi sentakan. Itu punchline. Kenapa kita tidak tertawa ketika membacanya? Karena belum ada konteks.

Langkah 2: Apakah di penjara ada televisi? Apakah tahanan boleh nonton televisi?

Ini mungkin sudah terasa lucu. Sudah bisa bikin tertawa. Tapi jangan salah. ini juga bukan dan belum menjadi lelucon. Ini adalah setup alias pancingan. Inilah konteksnya.

  • Save
Photo by Thom Milkovic on Unsplash

Langkah 3: Agus tidak yakin soal itu.

Inilah kesimpulan yang dibuat untuk mengaitkan langkah 3 dan langkah 2.

Langkah 4: Apakah di penjara ada televisi? Apakah tahanan boleh nonton televisi? Agus tidak yakin soal itu. Makanya setelah hadir di Istana Negara, dia ke penjara buat ngasih tahu Ahok bahwa Anies dan Sandi sudah dilantik, lo.

Begitulah proses menulis joke, proses membagnun lelucon. Pasang umpan, lempar, sentak. Ide datang bisa dari mana saja terutama peristiwa aktual. Kalau kita mau bikin rumusnya kira-kira begini:

1. Buat Premis atau Ide

Apa itu? Bisa apa saja yang menarik perhatian Anda. Tidak harus sesuatu jenaka. Justru premis itulah yang akan kita olah menjadi lucu. Kita lalu menulis joke-nya dan menjadikan punchline alias sentakan.

2. Beri Konteks pada Premis

Di sinilah seorang penulis joke bekerja. Dia membangun konteks leluconnya. Mencari umpan yang pas. Umpan itu adalah data, pendapat, pertanyaan, hasil penelitian, fakta, berita, atau ucapan yang kita asumsikan sudah diketahui atau mudah diterima dan dipercaya oleh pembaca atau penonton.

3. Tautkan Premis dan Konteks

Ini ibarat mengaitkan umpan pada kail. Pikirkan dan temukan satu kesimpulan yang paling unik dan lucu, dan tambahkan itu ke dalam joke.

4. Baca dan Rasakan Sentakannya

Apakah punchline joke kita sudah cukup nonjok? Jika belum, cek setup-nya. Sudah cukup kuat? Lalu cek lagi kaitan antara punchline dan setup.

Begitu.

Jika Anda penulis yang hanya menulis joke – bukan komika yang tampil di panggung – maka tugas Anda selesai sampai di situ. Biarlah nanti pembaca yang memakan umpan pancingan Anda dan tertawa dan mungkin juga misuh-misuh. Jangan kecil hati, karena dengan begitu Anda berhasil.

Photo by James Lee on Unsplash

2 thoughts on “4 tips paling jitu menulis joke yang nonjok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

peribahasa india
  • Save
Previous post 12 Peribahasa India: lo, kenapa katak berani menendang gajah?
Joke kodian
  • Save
Next post 7 joke kodian terbaik :) apa beda apel sama upil?
Share via
Copy link
Powered by Social Snap