CLOSE ADS
CLOSE ADS

Humor dan 8 cara lain Mochtar Lubis bertahan hidup dalam penjara

Humor adalah cara Mochtar Lubis tetap waras selama ditahan dalam penjara.

Dia ditahan dalam penjara sembilan tahun oleh rezim orde lama, dan dua tahun oleh rezim orde baru.Kesalahannya: lewat korannya dia dengan keras mengkritik kesalahan penguasa!

Dia seorang wartawan pemberani dan dijuluki kawan dan lawan sebagai “kepala granit”, lebih keras daripada batu.

Ketika masih di penjara, pada 26 Januari 1965, dia menulis bagaimana caranya menjalani masa tahanan yang sedemikian lama dan tetap menjaga kewarasan sebagai manusia.

Pertama, bebaskan pikiran, pelihara identitas sebagai manusia!

Kedua, jaga agar pikiran, tangan, seluruh badan aktif, asyik, sibuk, bekerja.

Ketiga, Jangan diam kosong, secara badaniah ataupun rohaniah.

Keempat, perkuat hubungan dengan dunia luar. Dengar radio kalau ada. Membacalah. Pertajam pikiran.

Kelima, susunlah kegiatan dalam penjara tanpa peduli akan dibebaskan.

Keenam, jangan membenci dan membuang waktu dengan memikirkan atau merencanakan pembalasan sakit hati.

Ketujuh, jangan sekali-kali merasa kasihan pada diri sendiri.

Kedelapan, perbesar dan perkuat rasa percaya diri mencintai dan mengasihi orang lain.

Kesembilan, pelihara rasa humor. Ya, humor! Kalau perlu tertawakan diri sendiri.

“Dan jika dapat tentu, cari istri seperti istriku, Hally, yang begitu manis, begitu sabar, begitu setia, dan penyayang, dan begitu teguh imannya,” kata Mochtar Lubis, pemimpin surat kabar Indonesia Raya itu, dalam bukunya Catatan Subversif.

Bersyukurlah bahwa kita tidak sedang di dalam penjara. Tapi, nasihat dan saran Mochtar Lubis di atas bagus juga kita pakai agar kita lepas dari siksa “penjara-penjara” hidup yang lain.

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Tags :

1 thought on “Humor dan 8 cara lain Mochtar Lubis bertahan hidup dalam penjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap