CLOSE ADS
CLOSE ADS

Arti Penting 1 Butir Telur bagi Sutardji & Ranhofer

CUKUP 1 BUTIR TELUR. BAGI SUTARDJI CALZOUM BACHRI DAN CHARLES RANHOFER, 1 BUTIR TELUR PUNYA ARTI PENTING BAGI KEHIDUPAN MEREKA.

Telur dan Asal Usul Telur Benedict

Sutardji Calzoum Bachri, Sastrawan asal Rengat, Riau, ini pernah membuat puisi berjudul “Wahai Pemuda, Mana Telurmu?” Sebuah puisi yang mempertanyakan mengenai ketokohan dan karya besar para pemuda Indonesia untuk kehebatan atau kejayaan Indonesia.

Sedangkan Charles Ranhofer adalah seorang chef. Ia bekerja di restoran milik Ny. Le Grand Benedict yang bernama Delmonico’s di daerah Manhattan. Suatu ketika, di tahun 1860, Ny. Le Grand Benedict bosan pada daftar menu makanan restoran itu dan ingin perubahan. Charles Ranhofer kemudian membuat masakan berbahan baku telur yang dinamainya sebagai telur ala Benedict. Resep itu dimuat dalam buku resep sejak tahun 1894.

Sebenarnya ada cerita lain mengenai asal usul resep telur Benedict itu, Sekitar tahun 1894, ada seorang pialang saham di Wall Street bernama Lemuel Benedict. Karena semalam habis teler, ia sarapan di restoran hotel Waldorf, New York. Ia meminta dibuatkan makanan yang terdiri dari roti bermentega yang dipanggang, bacon goreng kering, dua butir telur rebus, dijadikan dalam satu piring dengan tambahan saus holandia. Resep itu kemudian disebut Benedict.

Telur benedict sebenarnya telur rebus biasa. Hanya saat merebus dihitung waktunya sehingga yang terjadi adalah bagian putih telurnya cukup keras, bagian kuning telurnya masih bisa cair atau lumer.

Selain dimasak benedict, ada 10 cara lain untuk memasak telur. Khususnya telur ayam.

Apa saja itu? Let’s cekidooot!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap