CLOSE ADS
CLOSE ADS

Humor Matador dan Restoran Anunya Banteng

Humor matador ini dimulai pada suatu siang di Madrid, Spanyol, dan seorang sang turis merasa lapar.

Dia singgah di restoran terkenal di kota itu. Dia pun lalu masuk dan memesan makanan khas Spanyol.

Ketika sedang menunggu pesanan, sang turis mencium harum masakan di depan mejanya.

Seseorang sedang menyantap dengan lezatnya makanan yang dihidangkan.

Sang turispun penasaran dan bertanya kepada pelayan restoran.

Turis: Pelayan, masakan apa yang ada di depan meja itu? Kok harum sekali.

Pelayan: Wah, Bapak memang punya selera tinggi… itu makanan terlezat yang ada di restoran ini.

Turis: Apa itu?

Pelayan : Itu buah zakar banteng yang kalah dalam pertarungan dengan matador.

Turis: Kalau begitu, saya pesan itu juga.

Pelayan: Maaf, Pak, menu khusus itu hanya dihidangkan 1 kali dalam sehari, karena pertandingan banteng vs matador hanya 1 kali dalam sehari, jadi bapak harus pesan besok.

Keesokan harinya, sang turis pun datang kembali ke restoran itu pagi-pagi sekali biar tidak keduluan oleh pengunjung yang lain.

Akhirnya pesanan pun datang. Sang turis langsung menyantapnya dengan lahap. “Memang sungguh lezat makanan ini,” gumamnya. Tapi ada rasa penasaran dalam hatinya, akhirnya sang turis pun bertanya.

Turis: Pelayan, makanan ini sungguh lezat tidak ada bandingannnya. Tapi kok buah zakar yang saya makan hari ini tidak sebesar yang dimakan oleh orang kemarin di depan meja saya ya?

Pelayan: Tuan… tidak selamanya pertarungan banteng lawan matador, bantengnya yang mati. Kebetulan hari ini matadornya yang mati.

Jadi apa moral cerita humor matador ini? Sebelum ke restoran, ada baiknya melihat sehebat apa matador yang tampil kemarin.

Photo by San Fermin Pamplona from Pexels

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap